
Yang dimaksud Masalah Pribadi adalah sikap, budi pekerti, perilaku, atau
akhlak seorang Muslim dalam menyikapi kehidupan dan tantangan yang
dihadapinya.
Dalam sejumlah hadits shahih berikut ini, Rasulullah Saw menunjukkan akhlak ideal seorang Muslim dan bagaimana menyikapi beragam masalah hidup yang dihadapi.
Hadits-hadits ini juga menjadi pedoman dalam kehidupan sehari-hari sehingga benar-benar menjadikan Risalah Islam sebagai way of life.
1. Ambillah kesempatan lima sebelum lima: mudamu sebelum tua, sehatmu
sebelum sakit, kayamu sebelum melarat, hidupmu sebelum mati, dan
senggangmu sebelum sibuk. (HR. Al Hakim dan Al-Baihaqi)
2. Pandanglah orang yang di bawah kamu dan janganlah memandang kepada
yang di atasmu, karena itu akan lebih layak bagimu untuk tidak menghina
kenikmatan Allah untukmu. (HR. Muslim)
3. Sesungguhnya persoalan-persoalan itu ada tiga macam, yaitu persoalan
yang jelas bagimu kebenarannya maka ikutilah, persoalan yang jelas
bagimu sesatnya maka jauhilah, dan persoalan yang terdapat perselisihan
di dalamnya maka serahkanlah (kembalikan penentuan hukumnya) kepada yang
alim (ilmuwan). (HR. Ath-Thabrani)
4. Buta yang paling buruk ialah buta hati. (HR. Asysyihaab)
5. Sesungguhnya Allah melampaui ketentuan bagiku dengan (memaafkan)
umatku dalam kesalahan yang tidak disengaja, karena lupa, dan karena
dipaksa melakukannya. (HR. Ibnu Majah)
6. Usia umatku antara enam puluh dan tujuh puluh tahun. Sedikit dari mereka yang melampauinya. (HR. Tirmidzi dan Ibnu Majah)
7. Mungkin pelampiasan nafsu syahwat sebentar berakibat kesedihan yang lama. (HR. Al-Baihaqi)
Keterangan:
Banyak kasus yang terjadi, gara-gara melampiaskan nafsu syahwat dengan
berzina lalu hamil, maka hal tersebut menimbulkan trauma yang dalam dan
berkepanjangan bagi sang wanita. Orang tua dan keluarga menjadi sedih
dan malu. Juga akibat-akibat buruk lainnya yang dapat terjadi diluar
perkiraan.
8. Rasulullah bersabda dengan membawakan firman Allah dalam hadits
Qudsi: “Pandangan mata adalah panah beracun dari antara panah-panah
Iblis. Barangsiapa meninggalkannya karena takut kepada-Ku maka Aku ganti
dengan keimanan yang dirasakan manis dalam hatinya.” (HR. Al Hakim)
9. Sa’ad bin Abi Waqqash berkata, “Ketika aku sakit, Rasulullah datang
menjenguk dan aku berkata, “Ya Rasulullah, bolehkah aku mewakafkan
seluruh hartaku?” Nabi Saw menjawab, “Tidak.” Aku bertanya lagi,
“Separonya?”, Nabi menjawab, “Tidak.” Aku bertanya lagi, “Sepertiganya?”
Beliau menjawab, “Meninggalkan keluargamu dalam keadaan baik (senang)
lebih baik daripada membiarkan mereka miskin mengemis pada orang-orang.”
(HR. Bukhari)
Keterangan:
Batas maksimum wasiat adalah sepertiga dari seluruh hartanya, karena sepertiga itu sudah banyak.
10. Barangsiapa bernazar untuk mentaati Allah, hendaklah dia mentaatiNya
dan barangsiapa bernazar untuk bermaksiat terhadap Allah maka janganlah
ia melakukannya. (HR. Bukhari)
11. Mimpi yang baik (sholeh) adalah dari Allah dan mimpi (buruk) adalah dari setan. (Bukhari)
12. Sesungguhnya yang dimaksud nazar ialah apa yang diharapkan dengannya keridhoan Allah ‘Azza wajalla. (HR. Ahmad)
13. Mimpi yang paling benar ialah (yang terjadi) menjelang waktu sahur (sebelum fajar). (HR. Al Hakim dan Tirmidzi)
14. Hak seorang muslim yang memiliki harta (peninggalan untuk
diwasiatkan) ialah tidak melampaui dua malam kecuali wasiatnya sudah
tertulis dan sudah ditangannya. (HR. Muslim)
15. Mimpi yang baik oleh seorang yang sholeh merupakan satu dari empat puluh enam bagian dari mimpi kenabian. (HR. Bukhari)
16. Apabila Allah memberikan kenikmatan kepada seseorang hendaknya dia
pergunakan pertama kali untuk dirinya dan keluarganya. (HR. Muslim)
17. Hendaklah kamu bertakwa kepada Allah. Jika seseorang membongkar
keburukan yang diketahuinya pada dirimu janganlah kamu membongkar
keburukan yang kamu ketahui ada pada dirinya. (HR. Ahmad dan Tirmidzi).
Sumber: Dr. Muhammad Faiz Almath, “1100 Hadits Terpilih”, Penerbit: Gema Insani Press, 1991.
Jumat, 25 Maret 2016
Akhlak Ideal Seorang Muslim
Diposting oleh
Muhammad Faisal
di
17.54
Tags :
Akhlaq,
Aqidah Islam,
Ilmu
Related : Akhlak Ideal Seorang Muslim
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
0 komentar:
Posting Komentar