Saudaraku,
RASA memiliki memang sudah menjadi sifat bawaan manusia yang susah
diabaikan. Termasuk di dalamnya adalah mengikhlaskan sesuatu yang sangat
kita cintai. Sulit memang berusaha sabar atas hilangnya sesuatu yang
sudah bersama kita sekian lama. Tetapi inilah dunia. ada perjumpaan
pasti ada perpisahan. Ada kedatangan pasti suatu saat nanti ada
kepergian. Itu suatu hal yang pasti. Hanya waktu saja yang bisa cepat
atau lambat. Dunia memang tempatnya kefanaan.
Menyesali yang hilang meskipun dalam kondisi tertentu dimaklumi, tetapi
seringkali menyita waktu produktivitas usia. Meratapi sesuatu yang tidak
akan kembali adalah menyia-nyiakan waktu dan karunia umur yang telah
Allah anugrahi. Padahal, umur yang diberikan Allah adalah modal kita
untuk meraih sebanyak-banyaknya bekal dalam rangkan menghadapai
kehidupan di akhirat kelak.
Saudaraku,
Penyesalan hanyalah sebuah kesia-siaan yang akan membinasakan. Yakinlah,
selepas sesuatu yang hilang itu akan datang sesuatu yang lebih membuat
kita takjub dibandingkan dengan yang pergi.
Allah tidak akan pernah membiarkan hamba-Nya terluka. Allah hanya akan
memberikan sesuatu yang lebih indah dari sesuatu yang saat ini hilang
dari kita. Kita hanya cukup percaya bahwa Allah kuasa membuat sesuatu
hilang kemudian mendatangkan yang lebih baik.[]
Sumber: Islampos.com
Kamis, 10 Maret 2016
Mengikhlaskan yang Hilang
Diposting oleh
Muhammad Faisal
di
22.51
Tags :
Akhlaq,
Aqidah Islam,
Ilmu
Related : Mengikhlaskan yang Hilang
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
0 komentar:
Posting Komentar