Mengenal Islam Lebih Dekat

Rabu, 15 Februari 2017

Keadaan Jaziirah Al-‘Arabiyyah Sebelum Datang Islam


Keadaan Jaziirah Al-‘Arabiyyah Sebelum Datang Islam


Keadaan Jaziirah Al-‘Arabiyyah

  1. Letak dan Penduduknya
Semenajung ‘Arab terletak di ujung arah barat daya dari benua Asia, dari Barat berbatasan dengan Laut Merah, dari Timur dengan Teluk ‘Arab dan Teluk Oman, dari Selatan dengan Samudera Hindia dan Laut ‘Arab, dan dari Utara dengan Syam dan ‘Iraq.
Jaziirah ‘Arab merupakan kawasan yang sangat luas, panjangnya dari utara ke selatan mencapai lebih dari 1500 KM.
Jaziirah ‘Arab tidak memiliki banyak sungai, sebagian besar kawasannya adalah padang pasir, mereka menggantungkan hidup nya kepada hujan, akan tetapi sangat sedikit, kecuali terkadang datang hujan hanya di daerah selatan.
Orang-orang ‘Arab telah tinggal di kawasan tersebut sejak dahulu kala, di antaranya orang ‘Arab yang  sebagian mereka telah meninggal, yang dikenal dengan sebutan ‘Arab Baaidah, seperti ’Aad kaumnya nabi Hud AS. dan Tsamuud kaumnya nabi Sholih AS..
Adapun mereka yang tersisa secara garis besar terbagi kepada dua golongan:
  1. ‘Arab Qahthaniyyah
  2. ‘Arab ‘Adnaaniyyah
‘Arab Qahthaniyyah atau Arab Selatan, mereka yang menisbatkan dirinya kepada Ya’rub bin Qahthan, tanah air mereka adalah al-Ashlii (Yaman), meraka terbagi kepada beberapa qabilah, kemudian mereka hijrah ke tempat-tempat yang lain di Jazirah ‘Arab, dan diantara qabilah mereka adalah al-Azd dan Kindah.
Adapun ‘Arab ‘Adnaniyyah, mereka adalah keturunan Nabi Isma’il AS. dan Istri ‘Arab nya (Hajar), mereka menempati Hijaz, Tihamah dan yang lainnya dari bagian utara ‘Arab, dan qabilah terkenal dari qabilah-qabilah mereka adalah Quraisy dan Tamim.

  1. Keadaan Politik
Kestabilitas dan kekuatan perekonomian ‘Arab Selatan membuat mereka berkesempatan untuk meningkatkan kehidupan politik mereka dan keorganisasiannya, maka mereka mendirikan daulah yang terorganisir, dan diantara Daulah yaman yang terkenal adalah Daulah Ma’in, Qatban, Saba’ dan Himyar.

  1. Daulah Saba’
Sekitar seribu tahun sebelum lahirnya Muhammad, berdiri di Yaman Daulah Saba’ yang menjadikan kota Ma’riba sebagai ibu kota nya, ikatan pertanian dan perekonomian dapat dirasakan manfaatnya oleh Daulah Saba’ karena bendungan Ma’riba, dan Orang-orang Yaman lah yang telah mendirikannya untuk penyimpana air hujan agar dapat digunakan disaat membutuhkan.
Al-Qur’an Al-Karim telah menceritakan kisah mereka dalam surat Saba’ ayat 15
[لقد كان لسبإ في مسكنهم ءاية جنتان عن يمين و شمال كلوا من رزق ربكم واشكروا له بلدة طيبة و رب غفور]
“ Sesungguhnya bagi kaum Saba’ ada tanda (kekuasaan Tuhan) di tempat kediaman mereka yaitu dua buah kebun di sebelah kanan dan di sebelah kiri. (kepada mereka dikatakan): makanlah dari rezeki tuhanmu dan bersyukurlah kepada-Nya. Negeri yang baik dan Tuhan yang maha pengampun.”
Sebagaiman di sebutkan pula dalam Al-Qur’an tentang Ratu Bilqis yang menikah dengan Nabi Sulaiman AS., Allah SWT. berfirman:
[فمكث غير بعيد فقال أحطت بما لم تحط به و جئتك من سبإ بنبإ يقين – إني وجدت امرأة تملكهم و أووتيت من كل شيء و لها عرش عظيم]
“Maka tidak lama kemudian (datanglah Hud-hud), lalu ia berkata: Aku telah mengetahui sesuatu yang belum kamu mengetahuinya; dan kubawa kepadamu dari negeri Saba’ sesuatu berita penting yang diyakini. Sesungguhnya aku menjumpai seorang wanita yang memerintah mereka, dan dia dianugerahi segala sesuatu serta mempunyai singgasana yang bersar.”
Dan sekitar tahun 200 QM. Daulah Saba’ mengalami keruntuhan setelah bendungan Ma’riba yang telah menghidupkan pertanian dan kesuburan, maka hijrahlah Ahlul Yaman itu tempat-tempat lain, dan diantara Qabilah-qabilah yang hijrah dari Yaman itu adalah Qabilah         Al-Azd yang diantaranya al-Aus dan al-Khazraj yang menempati Madinah Munawwarah dan setelah Islam ada mereka disebut sebagai kaum Anshor.
  1. Daulah Himyar
Dilatar belakangi oleh runtuhnya Daulah Saba’ maka berbirilah daulah baru, yaitu Daulah Himyar yang berkuasa cukup lama mulai dari tahun 115 QM sampai dengan tahun 525 M dan yang menjadi penguasanya adalah orang-orang yahudi.
Diantara pemimpin yang terkenal dari daulah himyar adalah Yusuf Dzu Nuwaas yang sangat fanatik terhadap golongan yahudi, dia pula yang memerangai orang-orang nashrani di najran karena ia menginginkan agar orang-orang nashrani tersebut memeluk agama yahudi. Maka  ketika orang-orang nashrani itu menolak, mereka dihadapkan dengan parit yang disediakan oleh pemimpin daulah himyar, hal ini terjadi sekitar tahun 534 M, yang kemudian diabadikan dalam Al-Qur’an surat Al-Buruj ayat 5-8:
[النار ذات الوقود – إذ هم عليها قعود – وهم علي ما يفعلون بالمؤمنين شهود – وما نقموا منهم إلا أن يؤمنوا بالله العزيز الحميد]
“yang berapi (yang mempunyai) kayu bakar, ketika mereka duduk disekitarnya, sedang mereka menyaksikan apa yang mereka perbuat terhadap orang-orang mukmin. Dan mereka menyikasa orang-orang mukmin itu hanya karena mereka beriman kepada Allah Yang Maha Perkasa, Maha Terpuji.”
Fanatisme ini membuka peluang-peluang yaman untuk masuk ke Habasyah, hal ini lah yang membuat kaisar Rum yaitu Jastin an-Nashranii ketika mengetahui apa yang dilakukan oleh Dzu Nuwaas di Najran meminta kepada an-Najasyii Raja Habasyah memerangi yaman dan menghukum rajanya yang telah membunuh orang-orang Nashrani di Najran, maka Raja Habasyah mengirimkan pasukannya untuk memerangi Raja Yaman Dzu Nuwaas dan mengambil alih yaman.
Dalam kesungguhan Habasyah menyebarkan ajaran Nashrani dikalangan Arab ini, maka Senior mereka yang bernama Abrahah membangun Gereja yang besar yang dinamakan Al-Qullais dan menghiasinya dengan emas dan perak untuk menggoda orang arab suapaya tertarik unruk memeluk ajaran Nashrani dan berkunjung (haji) kepadanyasebahai pengganti dari Masjidil Haram, meskipun di sisi lain ada sebagian dari orang arab yang tidak menerimanya dan mencemooh perbuatan Abrahah, dan mengotori gereja tersebut.
Abrahah pun marah dan bertekad untuk merusak dan meruntuhkan Ka’bah, lalu ia mempersiapkan pasukannya dalam jumlah besar dengan menggunakan gajah yang besar, akan tetapi Abrahah tidak mampu menghancurkannya karena Allah telah menjaga dan enyelamatkan Ka’bah darinya, kemudian Allah mengirimkan burung-burung yang bermacam-macam yang melempari Abrahah dan pasukannya dengan batu dari tanah liat yang dibakar. Maka binasalah sebagian besar dari pasukannya. Kejadian ini telah diabadikan dalam QS. Al-Fiil ayat 1-5.
Kemudian salah seorang pemimpin Himyar yaitu Saif bin Dzi Yazan sanggup untuk mengusir pasukan habsyah dari yaman dengan adanya bantuan dari Persia, akan tetapi ia terbunuh, maka Yaman menjadi bagian dari Persia sampai datangnya Islam. Orang yang terakhir memerintah di Persia adalah al-Waalii Baadzaan yang telah Allah lapangkan hatinya untuk memeluk Islam.

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+

Related : Keadaan Jaziirah Al-‘Arabiyyah Sebelum Datang Islam

0 komentar:

Posting Komentar